dan tulus kau menerimanya.
Trimakasih pernah menjadi sesuatu hal yang sangat luar biasa,
di dalam keseharian kehidupan yang aku jalani.
Trimakasih kau ajarkan sakit akan di (dua)kan karna cinta,
dan aku belajar (lagi) akan memaafkan.
Trimakasih kau hadir diselasela mimpi ini,
walaupun itu tak cukup.
Trimakasih pernah lihatkan pengorbanan akan sesuatu hal yang akan pasti hilang,
walaupun aku tak menyambut baik pengorbanan itu.
Trimakasih untuk segalanya, segalanya. Walaupun mencinta kepada dirimu tak pernah puas, hingga aku tak tahu sampai kapan aku bisa 'murni' menghapus langkah kecil manismu dipasir mimpi tak berbatu yang aku punya.
Aku pandai untuk menyibukkan waktu yang aku coba, apapun itu, kau selalu menjadi siluet yang mencoba menutupi separuh tubuh, perlahanlahan kau tutup pikiran menjalar kehati dan kau meresap menyelimuti dengan pelan, dengan rasa perih kau taburkan perlahan hingga aku tak merasa sakit, walaupun aku merasakan sakit yang angat sangat luarbiasa, sakit, ya sakit. Sakit bahwa kita sudah berpisah.
Sudah kutanya padamu, apakah kau terluka jika aku melakukan seperti ini?
dan kau berkata 'tidak, aku pasti akan baik-baik saja.
Dan jika kelak terlintas fikiran aku kejam padamu
tolong kau ingat
kau yang membuat ini semua terjadi, karna kau.
Mencitaimu tak pernah puas sampai kapanpun sedari dulu hingga kini










0 komentar:
Posting Komentar