Kamis, 29 Januari 2026

Tidak Pernah

0 komentar

Aku Tidak Pernah Lagi Mencarimu.

Kabarmu kini entah di mana. Mungkin sudah berlabuh di pelabuhan baru, atau masih mengarungi samudra yang sama dengan gelombang yang berbeda. Waktu memang telah berjalan cukup jauh, membawaku melewati banyak musim. Tapi kadang, tanpa kusadari, bekas luka lama itu masih terasa—seperti cuaca yang tiba-tiba mendung, mengingatkanku pada hari itu.

Jujur, sudah tak ada lagi sisa cinta untukmu. Kepalaku seakan kehilangan kamus untuk memaknai kata “cinta” setelah kepergianmu. Mungkin hatiku telah menutup bagian itu rapat-rapat, atau mungkin memang sudah kelelahan untuk lagi-lagi mencerna arti sayang yang berakhir dengan kepergian.

Pernah seseorang berkata, cinta seorang pria hanya benar-benar habis untuk orang yang tepat. 
Jika kamu yang tepat, mengapa kita tak lagi bersama?

Tapi, ah, sudahlah.

Aku sudah terlalu jauh berjalan dari hidupmu. Jejak-jejak kita dulu kini tinggal bayangan samar di kejauhan, seperti lampu kota yang meredup ketika fajar menyingsing. Aku tidak menengok ke belakang lagi. Hanya sesekali, dalam hening, aku bertanya-tanya tentang kabarmu lalu membiarkan angin membawa pertanyaan itu pergi, tanpa jawaban.